D.I.Y

Yogyakarta

Banyak yang menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata baik bersama keluarga ataupun perjalanan bersama teman dan sahabat. Di bawah ini akan dikupas tuntas bagaimana informasi umum seperti sejarah, letak geografis, struktur pemerintahan daerah dan terutama sisi pariwisata Jogjakarta terkini.

Mengapa Yogyakarta Istimewa?

Mengapa Yogyakarta Istimewa?

Yogyakarta merupakan sebuah daerah istimewa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang masih mempertahankan tata pemerintahan berbentuk kesultanan dalam pemerintahan daerahnya. Pada jaman sebelum kemerdekaan, Jogja merupakan daerah dengan pemerintahan sendiri yang bergelar Kesultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.Wilayah ini memiliki tata kelola pemerintahan dengan sistem kesultanan. Namun setelah RI merdeka, kedua pemerintahan ini bergabung dalam wilayah kesatuan RI dengan Undang-undang Istimewa yang mengatur tata pemerintahan daerahnya.

Pemerintah Daerah Yogyakarta

Pemerintah Daerah Yogyakarta

Pemerintah Daerah Yogyakarta
Yogyakarta menaungi 5 kabupaten yang sudah terbentuk sejak tahun 1950. Secara umum, tidak ada perbedaan antara kabupaten di Yogyakarta dengan provinsi lainnya. Berikut ini kelima kabupaten di Jogjakarta, yaitu :
1. Kabupaten Bantul
Kabupaten ini memiliki luas wilayah sekitar 506,86 km² dengan jumlah penduduk mencapai 911.503 jiwa.
2. Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.431,42 km² dengan jumlah penduduk 755.977 jiwa.
3. Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 586,28 km² dengan jumlah penduduk 445.655 jiwa.
4. Kabupaten Sleman
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 574,82 km² dengan jumlah penduduk 1.062.861 jiwa.
5. Kota Yogyakarta
Kota ini memiliki luas wilayah 32,5 km² dengan jumlah penduduk 410.262 jiwa.

Pendidikan di Jogjakarta

Pendidikan di Jogjakarta

Yogyakarta selain terkenal sebagai tempat wisata juga memiliki nama harum di bidang pendidikan. Kota ini dikenal sebagai kota pelajar karena banyaknya sekolah seperti universitas dan perguruan tinggi yang ada di kota ini.Setidaknya ada 9 perguruan tinggi negeri yang ada di Jogjakarta seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta dan lain sebagainya.Sekolah milik swasta pun cukup menjamur di kota ini. Terhitung kurang lebih 20 Universitas, 18 Sekolah Tinggi dan 7 Akademi swasta yang ada di kota ini. Jogja menjadi kota tujuan pendidikan karena selain banyaknya pilihan tempat untuk menempuh pendidikan tingkat tinggi.Kota ini juga ramah terhadap pendatang. Biaya hidup yang relatif rendah dan banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi ketika lelah dan penat belajar.

Pariwisata

Pariwisata

Berbicara mengenai wisata di Yogyakarta, topik ini memang tidak akan pernah ada habisnya. Selalu ada yang baru dan menarik dari kota unik ini untuk ditampilkan dan menjadi sebuah daya tarik.Jika Anda bandingkan dengan kota-kota lain di daerah pulau Jawa, maka tidak akan ada kota lain yang memiliki tempat wisata sebanyak dan semenarik di Yogyakarta. Tidak hanya satu atau dua tempat saja, kota ini bisa dikatakan sebagai surganya tempat wisata.Setidaknya ada 5 kelompok destinasi wisata yang ada di Yogyakarta, diantaranya adalah :1. Wisata Candi
Karena menjadi tempat bekas reruntuhan beberapa kerajaan di masa lampau, tidak heran jika akan banyak ditemukan candi di Jogja. Apalagi kerajaan di masa lampau menganut agama dan keyakinan yang berbeda-beda.
Setiap generasi membangun sebuah candi untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah. Inilah yang menyebabkan banyak candi di sekitaran Yogyakarta. Setidaknya ada 24 candi dan 10 situs peninggalan jaman kerajaan yang masih dijaga dan dilestarikan hingga kini.Anda mungkin mengenal beberapa candi seperti Borobudur, Prambanan, Kalasan, Gampingan, Candi Sari dan lain sebagainya. Situs yang cukup terkenal seperti Situs Ratu Boko, Situs Arca Gupolo dan lain sebagainya.2. Wisata Pantai
Karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Yogyakarta juga memiliki banyak pantai di daerah Selatan. Berdasarkan letaknya, pantai-pantai di Jogja dikelompokkan menjadi 6 bagian yaitu Bantul 1, Bantul 2, Gunungkidul 1, Gunungkidul 2, Gunungkidul 3 dan Kulon progo. Pantai yang paling banyak dikunjungi berada di daerah Bantul 1 dan 2 yaitu seperti pantai Parangtritis, Parangkusumo, Depok, Pandansari, Goa Cemara dan Pandansimo.
3. Wisata Goa
Kota Jogja juga memiliki puluhan wisata gua yang tersebar di seluruh wilayah. Setidaknya ada 45 gua yang sudah teridentifikasi dan beberapa diantaranya bahkan sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata. Gua di Yogyakarta yang cukup terkenal adalah Gua Cerme, Gua Pindul, Gua Jomblang, Gua Kiskendo dan Gua Selarong. Semua gua ini menjadi destinasi wisata populer yang sering dikunjungi wisatawan baik dari dalam ataupun luar negeri.
4. Wisata Alam
Selain gua dan pantai, Jogja juga memiliki berbagai tempat wisata menarik yang alami dari alam seperti air terjun, sungai, waduk dan gunung. Gunung Merapi, Air terjun Sri Gethuk, Kaliurang dan lain sebagainya adalah beberapa contoh tempat wisata Yogyakarta yang sudah populer.

Kondisi Geografi

Kondisi Geografi

Yogyakarta terletak di bagian selatan pulau Jawa, tepatnya di bagian selatan tengah pulau Jawa. Namun Yogyakarta tidak masuk dalam wilayah administrasi Jawa tengah. Secara geografis, Yogyakarta terletak pada 8º 30′ – 7º 20′ Lintang Selatan, dan 109º 40′ – 111º 0′ Bujur Timur. Berdasarkan bentang alamnya, kota ini dibedakan menjadi empat tipikal fisiografis yaitu wilayah Gunungapi Merapi, Pegunungan Sewu, Kulon Progo dan Dataran Rendah.Berdasarkan bentang alam tersebut, dapat terlihat pola persebaran penduduk Yogyakarta. Mereka sebagian besar menghuni daerah dataran rendah seperti Sleman, Bantul, dan Kota Jogja. Inilah yang menyebabkan daerah dataran rendah ini lebih maju dan memiliki sosial ekonomi tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya.Daerah ini juga memiliki dua Daerah Aliran Sungai besar yang menjadi aliran utama dari sungai-sungai di Yogyakarta. DAS pertama adalah daerah Progo di bagian barat dan Opak-oya di bagian timur. Banyak sungai-sungai yang mengalir diantaranya Sungai Serang, Sungai Opak, Sungai Bedog, Sungai Winongo dan lain sebagainya.

Luctus venenatis

Budaya Yogyakarta

Jogja sebagai Kota Budaya menawarkan keanekaragaman budaya yang beranek ragam.

Sekatenan

Sekatenan

Sekatenan bisa dikatakan salah satu dari adat budaya Jogja yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Mungkin sejaka Islam masuk ke tanah Jawa karena Sekatenan adalah acara tahunan pesta rakyat yang dilakukan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad tanggal 5 Rabiul Awal Kalender Islam.Wisata adat paling terkenal dari Sekatenan adalah pasar malamnya. Anda bisa bertandang ke Alun-Alun Utara Keraton Jogjakarta. Pasar malam ini berlangsung selama sebulan sebelum tanggal 5 Rabiul Awal. Puncak dari Sekatenan adalah Grebeg Maulud.Pada Grebeg Maulud, akan ada arak-arak yang membawa beraneka ragam hasil bumi yang dipanggul. Puncaknya adalah berebut hasil bumi ini. Barang siapa yang bisa mendapatkan buah, atau hasil bumi lain, dipercaya bisa mendatangkan rejeki. Acara budaya Jogja ini sangat unik sehingga tidak sedikit wisatawan asing yang datang untuk melihatnya secara langsung.

Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana

Setiap wisatawan asing yang datang ke Jogja, hampir pasti meluangkan waktunya untuk melihat Sendratari Ramayana, sebuah seni tari dan drama yang digabungkan menjadi satu pertuntjukan yang apik tanpa dialog dengan certia Ramayana. Secara singkat, ceritanya mengenai Sri Rama yang berusaha keras untuk menyelematkan istri kesayangannya, Dewi Shinta yang telah diculik oleh Rahwana. Begitu terkenalnya budaya asli Jogja ini, Sendratari Ramayana juga dimainkan di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Laos, Kamboja, Singapura, Thailand hingga India dan Sri Lanka.Jika Anda ingin menonton pertunjukan ini, Anda bisa datang ke Teater Tri Murti Prambanan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Di gedung ini, Anda melakukan reservasi untuk pertunjukan pada tanggal-tanggal yang sudah ditentukan sepanjang tahun. Namun, pada bulan-bulan tertentu, Anda juga bisa melihatnya di gedung terbuak dengan background Candi Prambanan. Namun, di Pura Wisata dan Ndalem Pujokusuman, pertunjukan ini juga dimainkan.

sekian

terima kasih

#Darrel alvaro ganendra


© Untitled. All right reserved.

Thank you